JAKARTA, JUMAT - Di internet beredar rekaman pembicaraan yang disebut-sebut sebagai rekaman terakhir pembicaraan di kokpit pesawat naas AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574 tujuan Surabaya-Manado yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat, 1 Januari 2007 silam.
Rekaman pembicaraan ini tersebar secara berantai melalui e-mail dan salah satunya masuk ke inbox kompas.com. Entah, sejak kapan rekaman ini beredar. Juga tidak diketahui secara pasti benar atau tidaknya rekaman ini.
Rekaman berdurasi 5:38 menit itu merupakan percakapan dua orang lelaki dengan latar belakang suara gemuruh di sepanjang percakapan. Seorang lelaki dalam percakapan itu dipanggil "Kep" (Captain). Lelaki yang satunya lagi tidak bisa diidentifikasi. Namun, tertangkap dengan jelas dari nada suaranya, lelaki yang dipanggil "Kep" adalah pimpinan dari lelaki yang satunya.
Di awal percakapan mereka membicarakan tentang cuaca yang buruk dan ketidakjelasan posisi. Pilot kemudian memutuskan untuk terbang menggunakan sesuatu yang disebutnya "attitude".
Menjelang akhir rekaman, kedua orang itu banyak menyebut angka. Radio komunikasi tidak putus-putus berbunyi. Di akhir percakapan, nada suara kedua orang itu terdengar panik. Suara lelaki yang dipanggil "Kep" berulang kali berteriak, "Coba naik...Coba naik...."
Lalu suara gemuruh terdengar lebih keras dan kedua orang itu berulang-ulang menyebut asma Allah, "Allahu Akbar...Allahu Akbar..." Kemudian terdengar suara seperti benturan diikuti teriakan asma Allah yang panjang dan rekaman itu berakhir.
Mirip?
Kalau dicermati, rekaman percakapan ini mirip dengan persoalan yang dihadapi almarhum Kapten Pilot Refri A Widodo dan kopilot Yoga di kabin pesawat naas itu. Berdasarkan penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pesawat yang membawa 96 penumpang ini awalnya dihantam cross wind (angin yang tiba-tiba muncul dari arah samping pesawat) yang membuat pesawat keluar dari lintasan. Pilot kehilangan posisi.
Berdasarkan rekaman pembicaraan antara kokpit AdamAir dengan Air Traffic Control (ATC) Makassar pesawat diduga keluar jalur lintasan penerbangan dari Surabaya-Manado. Kokpit AdamAir sempat meminta ATC Makassar memandunya.
Ketika pilot melaporkan adanya cross wind, radar ATC Makassar menangkap pesawat bergeser ke luar lintasan ke arah barat. ATC lantas meminta pesawat mengubah arah. Namun, sebelum mencapai jalur pesawat sudah hilang dari radar.
Sementara itu, berdasarkan analisis KNKT, pesawat yang terbang pada hari pertama tahun 2007 itu mengalami kerusakan alat bantu navigasi inertial reference system atau IRS.
Pilot mengalami disorientasi spasial, tidak menyadari kemiringan pesawat. Kemiringan pesawat mencapai 100 derajat dan posisinya menunduk 60 derajat. Pesawat meluncur sangat kencang dengan kecepatan Mach 0,926 atau setara dengan 1.100 kilometer per jam. Padahal, kecepatan normal Mach 0,82. Akibatnya pesawat tidak mampu lagi dikendalikan dan jatuh ke laut.
Text Percakapan :
Pilot (P) : Ini…
P : Headingnya…..ini posisinya dia, di sono….
Kopilot (K): Iya ..
P : 21 mile..
P : Ujung Pandang….?
K : Yes??
P : Ujung Pandang jelas?
P : Haiyyah…. cuaca di Mike Kilo Sierra (MKS=Makassar) ampun deh…!
P : Loh, ini DME (Distance Measuring Equipment, alat bantu penentu jarak)-nya diyee… ???
K : Iya… makanya itu, Capt….ngaconya disitu!
P : Bukan, Ini Mike Kilo Sierra?
K : Iya.
P : Tapi…
ATC kemudian memanggil
ATC : Adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?
P : Adam 574, affirm, maintaining 070.
P : Berarti ga jelas….
K : Bearing 074, mach 74….
P : Anginnya dah mulai normal lagi ?
K : Iyah……
K: Syahrizal confirm? selamat tahun baru, Mas.
ATC : Gatut, ok dicopy, disampaikan nanti, Insya Allah.
P : Gue liat tadi, kok DME-mu beda sama DME gambarnya ini?
K : Iya…. Ngaco ni,Capt….bener…
P : Dah ngaco dah, emang …dah ngaco. Udah mulai kapal bambu deh. Mendingan kita percaya ama ini aja deh…hehehe…
K : Hehe..iyalah..Ga bisa..siapa-siapa nih….
P : Makanya…
K : Terlalu jauh banget
Terdengar suara gemuruh
P : Salah lagi ini dia..
K : Iya nih… Ccck!
P : Coba.. tolong confirm posisi aja…
K : Oke!
P : Confirm on radial sekian.. 124 DME gitu
Terdengar Kopilot memanggil ATC
ATC : Go ahead
K : I don’t have position..confirm radio..contact to radio 307…
ATC : Roger… Adam 574 position is 125 miles Mike Kilo Sierra, crossing radial 307 Mike Kilo Sierra
K : Ok….. that’s confirm… that’s confirm. Affirm.
K : Iya kan.. ngaco
P : Ngaco. FIDS (Flight Information Display System)-nya udah, FMS (Flight Management System, komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tersebut)nya…
FMS telah mengacaukan dirinya sendiri… Uedan opo(Gila apa)…Oi terbangnya melanglang buana’e….
K : Manual aja,Capt..yah
P : Coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh terbangnya… pake IRS(Innertial Reference System)-nya taro di attitude
K : Yes
K : Masuk ke…?
P : Fail aja
K : Fail?
P : Yah, fault aja deh ..
K : Fault aja ya….
P : Ni taro di attitude (ATT) aja nih
K : Other’s more problems???P : Attitude nggak..
K : Yang left?
P : Iya…Arah angin dan headingnya saja, masukin ini ya..
K : SELCAL dan Attitude??
P : Masukin ini
K : Heading berapa nih,Capt? zero… zero seven nine yah??
P : Iya, masukin ini keatas
K : Ini,Capt?
P : taro NAV (Navigation) lagi….
Kemudian terdengar suara peringatan ‘Bank angle‘ di cockpit pesawat (menandakan pesawat telah miring melewati 35 derajat) dua kali. Terdengar lagi suara ‘Bank angle‘ dua kali.
P: Taro NAV lagi, taro NAV lagi….
Latar belakang suara peringatan, alarm, suara seperti tombol ditekan
K : Yes?
P : Taro NAV lagi !
Suara ‘Bank angle’ dan alarm peringatan masih terdengar
P : Taro NAV lagi !
K : NAV! Ok,Capt?
P : Jangan dibelokin nih… Kita..!! (suara Pilot meninggi)
K : Captain, captain, captain…(terdengar panik)
Terdengar suara kretek..kretek..
K : Aduh Capt, Capt, Capt….
P : Iya, iya…!
Cockpit: Allahu Akbar. Allahu Akbar.Allahu Akbar. Allahu Akbar.Mayday….. Argh..Allahu Akbar..Mayday.Mayday..Allahu Akbar.
Terdengar suara kretek-kretek yang makin keras. “Argh..Allaaaaahu Akbaar..!”.

